Posted: November 9, 2012 in Uncategorized

Suud Fuadi Weblog

NU DAN KEBANGKITAN EKONOMI UMAT
Oleh: Suud Fuadi

Abstarak

Nahdlotul Ulama’, tidak saja terlahir dengan bangunan tradisi keagaman, nasionalisme dan pemikiran, namun ia juga dibangun oleh kekuatan ekonomi. Tiga fondasi itulah yang menjadi pilar berdirinya NU 1926, dan sering disebut sebagai tiga pilar penyokong berdirinya NU. Tiga pilah utama yang itu ialah, Nahdlotul Waton sebagai semangat nasionalisme dan politik, Taswirul Afkar sebagai semangat pemikiran keilmuan dan keagamaan dan Nahdlotut Tujjar sebagai semangat pemberdayaan ekonomi. Dalam perjalanannya, ketiga pilar itu tidk berjalan seimbang, dan satu pilar atau orientasi menindih orientasi yang lain. Selama 82 Tahun NU berdiri, orientasi politiklah mendapatkan porsi lebih, hingga porsi pengembangan pemikiran melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat menjadi terabaikan. maka saat ini mesti menjadi momentum untuk membangkitkan kembali dua pilar yang selama ini agak terpinggirkan, yaitu: pendidikan dan perekonomian.

Kata Kunci: NU, Pemberdayaan Ekonomi, Pesantren, Politik

Lihat pos aslinya 4.104 kata lagi

Posted: Oktober 17, 2012 in Uncategorized

MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

mklhPuji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar, sehingga kami dapat menyelesaikan “makalah” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
kami sadar bahwa tulisan ini jauh dari kata yang sempurna. Untuk itu kami selalu membuka diri akan kritik dan saran yang membangun bagi para pembaca untuk melengkapi makalah ini.
kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya dan dapat sedikit mewujudkan pengetahuan didalam lembaran ini

MAKALAH mahasiswa bani saleh

Lihat pos aslinya 1.448 kata lagi

Posted: Oktober 16, 2012 in Uncategorized

Islam Itu Indah

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

JUJUR DAN AMANAH DALAM ISLAM

.

Jujur adalah sifat penting bagi Islam. Salah satu pilar Aqidah Islam adalah Jujur. Jujur adalah berkata terus terang dan tidak bohong. Orang yang bohong atau pendusta tidak ada nilainya dalam Islam.

Bahkan bisa jadi orang pendusta ini digolongkan sebagai orang yang munafik. Orang-orang munafik tergolong orang kafir. Nauzubillah. Allah berfirman :

Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. [QS.2 Al-Baqarah :8-10]

Kalau seandainya ummat Islam seorang pendusta, tidak jujur, tentunya ketika ia menyatakan beriman, maka imannya sangat rapuh untuk dipercaya, karena orangnya tidak amanah atau dapat dipercaya karena telah…

Lihat pos aslinya 1.703 kata lagi

Posted: Oktober 16, 2012 in Uncategorized

Disarikan dari Jasa Pengetikan dan Rental Komputer "RENSWA"

BAB I     PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna.Amanah merupakan salah satu mandat atau tanggung jawab yang dititipkan kepada seseorang untuk menjalaninya dengan rasa tanggung jawab. amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Apapun  yang diberikan Allah Swt adalah amanah yang akan menjadi beban diakhirat nanti.

Lihat pos aslinya 2.003 kata lagi

Logo STAIYO (Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta) Wonosari

Image

Image

LOGO STITY

Posted: Oktober 10, 2012 in Uncategorized

Logo STITY Wonosari 

Image

PENGANTAR AYOBAI.COM
(COPAS)

Salam Hormat AYO BANGKIT INDONESIA, Selamat Datang Teman-teman Se-Bangsa Se-Tanah Air di Situs untuk menggelorakan semangat Ayo Bangkit Indonesia.

Situs ini adalah situs Jejaring sosial ber-WAWASAN NASIONAL, dan menjadi milik kita bersama bagi masyarakat Indonesia yang mendaftar dan memiliki SAHAM sebelum launcing pada Hari Jum’at tanggal 17 Agustus 2012/28 Ramadhan 1433H pukul 10.00 WIB, dimana Pra launching pada tanggal 19 Maret 2012.

Mohon Maaf jika Situs ini belum sempurna, di sana-sini masih banyak kekurangan dan banyak fitur yang belum berfungsi. Dan kita sedang menyiapkan Mesin dan Tampilan Baru Ayobai.com dengan tetap mempertahankan format pertemanan Wawasan Nusatara, namun tidak meninggalkan sistem pertemanan sejati. Hal ini Kami lakukan demi untuk kenyamanan kita berselancar di dunia maya melalui ayobai.com untuk satu tujuan Ayo Bangkit Indonesia.

Demi satu cita-cita Kebangkitan Bangsa Indonesia melalui dunia maya, dengan segala hormat kami berharap agar kita :

  1. Dapat mempergunakan data asli agar tidak terjadi kerugian di semua pihak, dan akan mempermudah untuk verifikasi data serta menghindari adanya saham tanpa pemilik atau diklaim oleh beberapa nama pengguna untuk itu kami akan memverifikasi keanggotaa
  2. Menghindari Spam, Scam, penghinaan, fitnah, fornografi, SARA ataupun perbuatan curang lainnya untuk satu cita-cita Ayo Bangkit Indonesia yang sulit dan lambat diwujudkan melalui dunia nyata. Kami menggaransi 3 (tiga) Tahun bukanlah hal yang mustahil bagi kita bersama untuk mewujudkannya. Potensi Pengguna Internet di Negeri ini sudah mencapai lebih 40 juta orang, sementara di situs ayobai keanggotaan tertanggal 4 Juni 2012 pukul 19.30 Wib masih 41.329 Pejuang. Untuk itu Perjuangan kita masih panjang dan potensi kita untuk meraih saham masih terbuka luas, mari kita jadikan situs ini sebagai media konsolidasi dan silahturahmi kita sesama Anak Bangsa Indonesia.
  3. Jika teman-teman geram dengan situasi negeri ini, mari kita sampaikan secara moderat dan tunjukan bahwa kita adalah Bangsa yang besar dan berbudaya serta kita bisa mengubah negeri ini dengan santun, sesuai visinya mempengaruhi/menggugah dengan MENGEPEL PELAN dengan SALIN PIYAMA KATUN.

Jika Teman-teman Se-Bangsa dan SeTanah Air mau bergabung dalam perjuangan AYO BANGKIT INDONESIA sekaligus memperoleh penghasilan/bulan melalui ayobai.com, silahkan daftar dengan klik link dibawah ini,, truz ikuti petunjuknya.. gak bakal nyesel deh.. GRATIS!!
http://www.ayobai.com/mualifah

Sampingan  —  Posted: Agustus 4, 2012 in Uncategorized

BISNIS ONLINE dengan AYOBAI

Posted: Agustus 4, 2012 in Uncategorized
Informasi Penting!!
(BACA DULU SAMPAI SELESAI,, kalau tak ingin anda menyesal)

Saat ini negara kita Indonesia telah mempunyai jejaring sosial khusus untuk rakyat Indonesia yang akan di launching 17 agustus 2012.. namanya AYOBAI..
Asli jejaGambarring sosial buatan Indonesia !!

mirip kaya facebook gitu,
Yuk buruan daftar aja langsung !
GRATIS kok!! banyak untungnya lho.. [^_^]
Caranya klik link dibawah ini,, truz ikuti petunjuknya.. gak bakal nyesel deh..
http://www.ayobai.com/mualifah

Sebelum di launching, jejaring sosial pemersatu bangsa ini akan memberikan HADIAH SAHAM GRATIS bagi siapa saja yang mereferensikan/ mempromosikan ke warga negara Indonesia yang lain untuk bergabung ke situs ini. Maka setelah bergabung, keanggotaannya menjadi saham bagi anda. Dengan demikian anda akan mendapatkan saham situs ini sesuai dengan jumlah anggota anda pada saat pembukaan resmi situs ini pada hari Jumat 17 Agustus 2012 jam 10.00 WIB bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke 67.
Bingung dan penasaran? Ingat, cuma sampe 17 Agustus kesempatan mendapatkan sahamnya!! Yuk, segera daftar GRATIS ke ayobai dan masukkan nama asli dan data-data sah anda dengan benar agar mendapatkan saham.
Cara mendaftar, klik
http://www.ayobai.com/mualifah
Setelah mendaftar, anda akan mendapatkan informasi lebih lanjut!!
::Selamat berjuang!! Sukses buat kita semua!

Posted: Juni 29, 2012 in Uncategorized

like

Ahmad Bin Ismail Khan's Blog

Saudariku….

Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga, 

Wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam, 

Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….

Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan………….yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur….

***********

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Lihat pos aslinya 1.620 kata lagi

Posted: Juni 29, 2012 in Uncategorized

like

De Knight

Salah satu perdebatan itu menurut a Subki adalah

Al Asy’ari : Bagaimana kedudukan orang mukmin, kafir dan anak keecil di akhirat?

Al Jubai : Yang mukmin mendapat tingkat yang baik dalam surga, yang kafir masuk neraka dan yang kecil terlepas dari bahaya neraka.

Al Asy’ari : Kalau anak kecil ingin memperoleh tempat yang lebih tinggi di Surga, mungkinkah itu?

Al Jubai : Tidak, yang mungkin mendapat tempat yang baik itu, karena kepatuhannya kepada Tuhan. Yang kecil belum mempunyai kepatuhan seperti itu.

Lihat pos aslinya 2.223 kata lagi

Posted: Juni 26, 2012 in Uncategorized

like!

Posted: Juni 25, 2012 in Uncategorized

like!

RanyWaisya's Blog

Mungkin, semua orang pasti pernah mengalami batuk. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang berdahak, ada yang kering. Entah karena sudah biasa, orang lalu menganggap remeh batuk. Masalahnya, jika tidak diobati, terjadi infeksi. Dan jika sudah akut, kemungkinan besar sulit diobati.

Sebenarnya, batuk berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan. Tetapi bila berlebihan, itu sudah merupakan suatu penyakit. Batuk biasanya timbul secara mendadak. Bisa karena masuk angin, influenza atau pun sinusitis.

Selain menimbulkan kerugian apabila batuk berdahak berlebihan, pada dasarnya batuk berguna untuk membersihkan saluran pernapasan juga. Semua yang ada dalam tenggorokan akan terangkat lewat batuk.

Batuk adalah sebuah refleks fisiologi untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk. Tapi batuk juga bisa menjadi gejala dari sesuatu…

Lihat pos aslinya 339 kata lagi

Posted: Juni 25, 2012 in Uncategorized

like!

Konseling Center Indonesia

JENIS DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA

I. Macam-Macam Data
Untuk memperoleh data atau informasi dalam studi kasus tentu perlu dilakukan kegiatan pengumpulan data. Data sebagai informasi awal yang dibutuhkan sebagai penunjang studi kasus, untuk itu diperlukan data-data mengenai klien dalam aspek-aspek sebagai berikut :
Latar belakang keluarga; data tentang orang tua, saudara-saudara, taraf sosial ekonomi keluarga, suasana kehidupan keluarga, adapt istiadat, pola asuh orang tua.
Riwayat sekolah; jenjang pendidikan sekolah yang telah diselesaikan dalam waktu berapa tahun, tamat dimana, tahu berapa, kesulitan belajar yang dialami.
Taraf prestasi; dalam bidang-bidang studi yang mempunyai relevansi bagi perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan jabatan kelak.
Taraf kemampuan intelektual atau kemampuan akademik; kemampuan untuk mencapai prestasi disekolah yang didalamnya berpikir memegang peranan pokok.
Bakat khusus; kemampuan untuk mencapai prestasi yang tinggi di bidang tertentu.
Minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu; kecenderungan menetap untuk merasa tertarik pada sesuatu.
Pengalaman diluar sekolah; kegiatan dalam organisasi…

Lihat pos aslinya 1.787 kata lagi

Posted: Juni 24, 2012 in Uncategorized

like

The Dzakkir

ARISTOTELES
1.    Riwayat Hidup
Aristoteles lahir pada tahun 384 SM di Trasia, suatu kota di Yunani Utara, bapaknya bernama Machon yang berpropesi sebagai dokter, keluarganya adalagh orang-orang yang tertarik pada ilmu kedokteran, ia banyak mempelajari filsafat, Matematika, Astronomi, Retorika dan ilmu-ilmu lainnya. Pada usia 17/18 tahun Aristoteles dikirim ke Athena untuk belajar di academia Plato. Ia tinggal disana sampai Plato meninggal dunia pada tahun 347/348, jadi kita-kira 20 tahun ia belajar akepada Plato. Sewaktu ia belajar di academia, ia menerbitkan beberapa karya. Selain itu juga ia belajar ilmu astronomi kepada eudotos dan kaippos yang pada masa itu terkenal asebagai ahli astronomi. Aristoteles juga menmgajarkan anggota-anggota akademoa yang lebih muda tentang logika dan retorika.
Di Athena ia mendirikan sekolah yang bernama Lyceum. Dari sekolah itu banyak menghasilkan hasil penelitian yang tidak hanya dapat menjelaskan prinsip-prinsip sains tetapi juga politik, retorika dan lain sebagainya. Namun lama kelamaan posisi Aristoteles di Athena tidak…

Lihat pos aslinya 999 kata lagi

Posted: Juni 23, 2012 in Uncategorized

like

SOCIO-POLITICA

Spesies yang dapat bertahan hidupbukanlah yang paling kuat, bukan pula yang paling cerdas, melainkan mereka yang paling mampu menghadapi perubahan”, Charles Darwin, Ilmuwan.

KEHADIRAN Laskar Ahlussunnah Wal Jama’ah (Laskar Aswaja), istilah yang sangat lekat dengan Nahdlatul Ulama (NU), katanya merupakan upaya menangkis wacana dari kelompok Islam radikal yang mengusung pemurnian agama, yang sering menggunakan pendekatan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan (Tribunnews.com, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2012 15:47 WIB). Walaupun bukan sebagai organ resmi NU, tetapi diawaki oleh orang-orang NU. Masalahnya, sebagai arus utama kelompok Islam di Indonesia pun ternyata NU tak luput dari tindak kekerasan kelompok Islam radikal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencatat, dalam kurun waktu 2011, setidaknya sudah tiga kali terjadi serangan, baik fisik maupun lisan, terhadap NU di tiga kota. Menurut Wakil Ketua Umum PBNU, As’ad Said Ali di Jakarta, Senin 27 Juni 2011, salah satu obyek penyerangan adalah masjid (Tempo.co.id, Senin, 27 Juni…

Lihat pos aslinya 982 kata lagi

Cerita penuh hikmah

Posted: Juni 22, 2012 in Uncategorized

PUDARNYA PESONA CLEOPATRA
(Habiburrahman El Shirazy)

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.
“Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.
“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohonkeikhlasanmu”, ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia. Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.
Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!
Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya.
Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang.
Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja.
Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain.
Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa hidupku ada lah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.
Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama,karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab “tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga “Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, “kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih.
“wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya,kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.
Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana.
Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk.”Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan.
Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. “Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. “Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”. “Biasanya dikerokin” jawabku lirih.
“Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur.
Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra.
Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya. “Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu” kata Ratu Cleopatra. “Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu”.
Aku mempersiapkan segalanya. Tepat puku 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian.
Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba “Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya” kata Raihana membangunkanku.
Aku terbangun dengan perasaan kecewa. “Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.
Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.
“Mas, nanti sore ada acara qiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang.” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm.
Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingindingin saja.
“Maaf, maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana, “lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. “Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. “Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil “dinda”. “Matanya sedikit berbinar.”Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, Insya Allah.” ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan.
Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. “Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?”. Hana begitu bahagia.
Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini. Tapi, setetes embun cinta yangkuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.
Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga.”Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah.
Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.
Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana. Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. “Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu” kata ibuku.
“Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami.
Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.
Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa.
Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya “Mana tanggung jawabmu!”Aku hanya diam dan mendesah sedih. “Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta” gumamku. Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan.
Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, “Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita”.
Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir. Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana.
Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, akumerasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.
Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutudosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani.
“Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi.
“Alhamdulillah, sudah” jawabku. “Dengan orang mana?”. “Orang Jawa”.
“Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?”.
“Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”.
“Kau sangat beruntung, tidak sepertiku”.
“Kenapa dengan Bapak?”
“Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”.
“Bagaimana itu bisa terjadi?”.
Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia. Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan YAsmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi YAsmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir.Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. KAmi langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan.
Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin tidak bisa.
Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat.
Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanyamemanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka.
Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta YAsmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir.
Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. “Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir”. Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi.
Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang”.
Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bualn aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal.
Dibawah kasur itu kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku “serong”?. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.
“Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba” tulis Raihana. Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa “Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita.
Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. YaAllah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau”.
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya.
Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedusedu.
Aku jadi heran dan ikut menangis. “Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi.
“Raihana istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya”.
“Ada apa dengan dia?”
“Dia telah tiada”.
“Ibu berkata apa!”.
“Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat.
Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya”.
Hatiku bergetar hebat. “Ke… kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”.
“Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi maafkanlah kami”.
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada.
Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.
Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali.Tiba-tiba dunia gelap gulita.
#Cerita ini diperuntukkan bagi orang-orang yang hanya menilai wanita dari kecantikan luarnya saja.

Posted: April 30, 2012 in Uncategorized

Kajian Islam

Mengenal Pemikiran Muhammad Arkoun

SUMBER:http://www.inpasonline.com/

Muhamad Arkoun lahir di Wilayah Berber di Taurit-Mimoun, Kabila,  AlJazair  pada tanggal 12 Januari tahun 1928 M, Arkoun menyelesaikan pendidikan dasar di desa asalnya, pendidikan menengah dan pendidikan  tingginya di tempuh di kota pelabuhan Oran, sebuah kota utama di Aljazair bagian barat. Dia kemudian pindah ke Universitas Sorbonne dan meraih gelar  Phylosopy Doctoral pada tahun 1969 M. Ketika itu, dia sempat bekerja sebagai  agrege bahasa dan kesusasteraan Arab di Paris serta mengajar di sebuah SMA  (Lycee) di Strasbourg (daerah Perancis sebelah timur laut) dan diminta  memberi kuliah di Fakultas Sastra Universitas Strasbourg (1956-1959). Pada  tahun 1961, Arkoun diangkat sebagai dosen di Universitas Sorbonne, Paris,  sampai tahun 1969. Arkoun sekarang tinggal di Paris dan menjadi seorang Profesor Emeritus dalam Islamic Studies di Universitas Sorbonne,  Paris-Perancis.  Pada November 1992 di Yogyakarta. Ia sempat memberikan  ceramah di UIN Yogyakarta dan  Jakarta di depan forum LKiS dan beberapa…

Lihat pos aslinya 970 kata lagi

MAKALAH TOLONG MENOLONG

Posted: April 27, 2012 in Uncategorized

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Antara seorang dengan yang lain tentu saling hajat-menghajatkan, butuh-membutuhkan dan dari situ timbul kesadaran untuk saling bantu-membantu dan tolong-menolong. Tidak mungkin seseorang dapat bertahan hidup sendirian tanpa bantuan pihak lain.

B. Tujuan dan Manfaat
Penulis berharap agar pembaca lebih peka terhadap keadaan orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan. Lebih sadar diri akan status yang telah manusia sandang, yaitu makhluk sosial.

BAB II. PEMBAHASAN

A. Pengertian
Tolong-menolong adalah termasuk persoalan-persoalan yang penting dilaksanakan oleh seluruh umat manusia secara bergantian. Sebab tidak mungkin seorang manusia itu akan dapat hidup sendiri-sendiri tanpa menggunakan cara pertukaran kepentingan dan kemanfaatan.

B. Dalil Al-Qur’an
Al-Qur’an menganjurkan untuk saling menolong dalam kebaikan. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Maidah: 2

وتعا ونواعلى البروالتقوىۖ ولا تعا ونواعلى الأ ثم والعد وا نۚ واتقوالله ان الله شديد العقا ب
Artinya:
“ tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.”
Maka sungguh tepat apa yang dipaparkan oleh Al-Qur’an bahwa manusia tidak akan pernah rugi selama mereka masih mau menegakkan nilaii-nilai saling menolong disamping juga beriman dan beramal shalih. Secara jelas ditegaskan dalam surat Al-‘Ashr ayat 1-3 yang artinya:
1) Demi masa
2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menaati kesabaran.
Saling menolong dalam persaudaraan dan kekukuhan harus menjadi sifat seorang mukmin dalam hidup bermasyarakat juga ditegaskan dalam surat At-Taubah ayat 71 yang artinya:
“orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong-penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang munkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan dirahmati Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

C. Dalil Hadis
1. Nabi SAW bersabda yang artinya:
“dari Abu Musa dari Rasulullah SAW bersabda: orang mukmin bagi orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan sebagiannya memperkokoh (menolong) sebagian yang lain. (HR. Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi)
2. “mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela-sela jarinya).” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
3. “perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang diantara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidak”. (HR. Muslim).

D. Realitas dalam Kehidupan
Pada masa kini, umat kita sedang haus dan dahaga sekali kepada bantuan. Mereka semua membutuhkan pertolongan, bahkan mereka mengharapkan segera datangnya juru penyelamat bangsa yang dapat menarik tangan mereka dari lumpur kehinaan dan kemiskinan untuk dibimbing ke puncak kesejahteraan dan kebahagiaan. Sudah lama sekali umat kita merindukan datangnya manusia yang dapat berbuat semacam itu dan sampai saat inipun belum tampak dan belum lagi muncul di hadapan mereka.

E. Permasalahan yang Ada
Banyak sekali di antara golongan manuia-manusia yang tidak tahu membalas jasa dan budi orang lain, disebabkan oleh dorongan sifat serta akhlaknya yang rendah, tidak segan-segan membalas kebaikan itu dengan kejahatan, dipertukarkan sesuatu yang hina dari dirinya sendiri sebagai balasan terhadap sesuatu yang terbaik yang datang dari orang lain. Jadi bukan diberi susu, lalu ia membalas dengan memberikan madu, tetapi susu dibalas dengan tuba. Alangkah buruknya budi pekerti manusia-manusia yang demikian itu. Tepat sekali dengan sebuah kata-kata hikmat yang berbunyi:
اتق شرمن احسنت إ ليه
Artinya:
“ berhati-hatilah akan kejahatan yang dilakukan oleh orang yang kamu berbuat baik kepadanya”

F. Pemecahan Masalah
Membahas kebaikan dengan keburukan adalah karena rusaknya akhlak, sehingga dalam hal ini diperlukan adanya bimbingn agama yang baik, misalnya diadakan pengajian atau majelis ‘ilmi. Atau dengan menasehati secara halus serta pengarahan-pengarahan terhadap kebenaran atas balasan buruk yang telah orang tersebut lakukan.

G. Hikmah yang Diperoleh
1. ringan memberikan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan asalkan dalam hal kebaikan.
2. memberikan bantuan secara ikhlas.
3. berhati-hati akan kejahatan yang mungkin dilakukan oleh orang yang telah kita tolong.
4. mebalas kebaikan dengan kebaikan.
5. membalas kebaikan dengan keburukan adalah hal yang sangat rendah, sehingga harus kita jauhi.
BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebagai makhluk sosial, tidak mungkin manusia dapat bertahan hidup sendirian tanpa bantuan pihak lain. Sehingga timbullah kesadaran untuk saling membantu dan menolong.
Memberikan bantuan haruslah dengan hati yang ikhlas agar orang yang kita bantu merasa ringan dengan beban masalah yang dideritanya. Kebaikan yang telah diberikan orang lain hendaknya kita balas dengan kebaikan juga, jangan sampai keburukan yang kita balaskan. Dan harus berhati-hati akan kejahatan yang mungkin dilakukan oleh orang yang telah kita bantu.

B. Saran
Umat manusia pada saat ini lahiriahnya saja tenang, tentram, bagus dan luhur. Tetapi sebenarnya mereka itu sudah lama rusak dan bejat. Tolonglah mereka dengan memperbaiki akhlak mereka.
Khusus untuk umat kalian sendiri mereka itu benar-benar dalam keadaan fakir miskin melarat dan papa. Berilah mereka pertolongan dengan membelanjakan harta untuk digunakan pendirian sekolah-sekolah yang mendidik putera-puteri bangsa dengan didikan yang baik dan teratur rapi, juga untuk membangun bebagai perusahaan dan pabrik-pabrik untuk melenyapkan kaum penganggur atau setidak-tidaknya dapat mengurangi jumlah golongan yang tuna karya.
Untuk melaksanakan itu, gunakan cara ta’awun dengan sebaik-baiknya dalam segala segi bidang. Ingatlah bahwasanya Allah adalah Maha Mencintai manusia-manusia yang suka tolong-menolong.

DAFTAR PUSTAKA

Musthafa Al-Ghalayini, Syekh.1976. Bimbingan Menuju ke Akhlak yang Luhur. Semarang: CV. TOHA PUTRA.

Nurdi, Ali, dkk. 2009. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Universitas Terbuka.

http://www.google.com

A. PENDAHULUAN

1. Judul ini kami ambil karena mengingat ada banyak kemajuan-kemajuan yang dicapai pada masa Daulah Muawiyah yang perlu kita ketahui.
2. Tujuan kami buat makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui kemajuan-kemajuan yang dicapai pada masa Daulah Muawiyah.
3. Sistematika pembahasan dalam makalah ini kami bentuk menjadi sub-sub bab sehingga memberi kemudahan bagi kita semua.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakah kemajuan ilmu politik dan pemerintahan pada masa Daulah Muawiyah?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kemajuan ilmu politik dan pemerintahan pada masa Daulah Muawiyah.
D. PEMBAHASAN
1. Kekuatan Politik Daulah Muawiyah
Pertentangan politik antara Ali dengan Muawiyah mengakibatkan lahirnya golongan yang pro dan kontra terhadap masing-masing pihak. Ada golongan yang pro dengan Ali dan ada juga golongan yang pro dengan Muawiyah yang masing-masing mempunyai kekuatan dan banyak pengikut. Pergolakan politik yang seru itu tidak padam dengan wafatnya Ali, bahkan malah bertambah dahsyat. Kelompok Khawarij dan Syiah sangat menentang Muawiyah, sementara kelompok Jam’iyah membela Muawiyah dengan alasan bahwa Muawiyah adalah penguasa, sedang yang lainnya termasuk pembangkang yang harus ditundukkan. Demikianlah pertentangan terus ada selama masa pemerintahan Daulah Muawiyah.
Pada waktu Muawiyah diangkat menjadi khalifah, kaum muslimin terpisah menjadi tiga golongan besar, yaitu:
1. Pengikut Muawiyah, yang terdiri dari peduduk Syam dan daerah-daerah Islam lainnya, terutama Mesir. Mereka berpendapat bahwa khalifah haruslah dari kaum Quraisy, dan Muawiyah lebih berhak untuk itu.
2. Syiah (pengikut Ali bin Abi Thalib), terdiri dari penduduk Irak dan sejumlah kecil penduduk Mesir. Mereka berpendapat bahwa khalifah haruslah dari kaum Quraisy, dan Ali bin Abi Thalib serta anak-anaknya setelah beliau wafat yang lebih berhak untuk jabatan khalifah.
3. Khawarij, yaitu kelompok yang menentang Ali dan Muawiyah secara terang-terangan. Kelompok ini beranggapan bahwa Ali dan Muawiyah telah keluar dari jalur agama Islam setelah terjadi peristiwa tahkim. Dalam berpolitik, kaum Khawarij menganut politik demokrasi Islam, di mana mereka berpendapat bahwa khalifah adalah hak tiap-tiap orang Islam, asal memenuhi syarat kecakapan dan keagamaan. Jadi siapa saja berhak untuk menjadi khalifah, asal saja dia mampu dan memenuhi syarat yang diinginkan umat Islam.
Dalam menghadapi pergolakan politik yang timbul dilakukan dengan jalan kekuatan, artinya segalanya diatasi dengan kekuatan militer. Sehingga lawan politik yang terus berusaha untuk mengacaukan kekuatan politik Daulah Muawiyah selalu digagalkan dengan kekuatan politik militer dan politik diplomasi. Dalam sistem politik pemerintahan pada masa Daulah Muawiyah banyak terjadi perubahan besar dalam roda pemerintahan. Pada masa ini telah dibentuk departemen-departemen yang merupakan perubahan dari sistem pemerintahan khulafaurrasyidin. Organisasi politik itu terdiri atas:
1. Organisasi Politik (Al-Nidzam al-Siyasi)
2. Organisasi Keuangan (Al-Nidzam al-Maly)
3. Organisasi Tata Usaha Negara (Al-Nidzam al-Idary)
4. Organisasi Kehakiman (Al-Nidzam al-Qadhaai)
5. Organisasi Ketentaraan (Al-Nidzam al-Harby)
Dengan terbentuknya organisasi tersebut, maka kehidupan politik, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan dan unsur-unsur kebudayaan lainnya menjadi lebih teratur.
Di samping itu telah dibentuk Dewan Sekretaris Negara (Diwanul Kitabah) untuk mengurus berbagi persoalan pemerintahan. Karena pada masa itu urusan pemerintahan telah lebih banyak, maka ditetapkan lima orang sekretaris, yaitu:
1. Sekretaris Persuratan (Katib al-Rasail)
2. Sekretaris Keuangan (Katib al-Kharraj)
3. Sekretaris Tentara (Katib al-Jund)
4. Sekretaris Kepolisian (Katib al-Syurthah)
5. Sekretaris Kehakiman (Katib al-Qadhi)
Di samping itu telah dibentuk pula ajudan (Al-Hijabah). Jabatan ini dibentuk untuk keselamatan khalifah. Mereka khawatir akan terulang kembali terjadinya pembunuhan pada diri khalifah Daulah Muawiyah. Semua yang akan menghadap atau bertamu dengan khalifah diwajibkan menghadap terlebih dahulu kepada ajudan.
2. Kekuatan Militer Daulah Muawiyah
Muawiyah adalah seorang peneliti sifat manusia yang tekun dan memperoleh wawasn yang tajam tentang pikiran manusia. Dia berhasil memanfaatkan para pemimpin, administrator dan poltikus yang paling ahli pada waktu itu. Ia adalah seorang orator yang mahir, seingga dapat mempengaruhi masyarakat yang mendengarkan pidatonya.
Setelah mengukuhkan kedudukannya di dalam negeri, Muawiyah menganut kebijaksanaan luar negeri yang sangat kuat. Perluasan kekuasaan muslim yang besar terjadi di bawah pimpinannya. Dia adalah organisator yang sangat hebat dalam kemenangan umat Islam untuk memeperluas kekuasaan.
Dengan kekuatan militer yang dimiliki umat Islam di bawah pimpinan Daulah Muawiyah pengaruh Islam telah sampai ke Eropa. Keberhasilan dalam perluasan ini membawa perubahan besar dalam perjalanan umat Islam di Eropa. Sehingga Eropa menemukan kejayaannya pada zaman pertengahan. Ini semua karena pengaruh Islam yang sangat kuat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa Kristen masa itu.
3. Keunggulan Dalam Bidang Sosial
Meskipun seringkali terjadi pergolakan dan pergumulan politik, namun terdapat juga usaha positif yang dilakukan daulah ini untuk kesejahteraan rakyatnya. Diantaranya dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang baik dengan membentuk beberapa departemen dan organisasi keuangan. Di samping itu, daulah ini memberikan hak dan perlindungan kepada warga Negara yang berada di bawah pengawasan dan kekuasaannya. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapat perlindungan hukum dari kesewenangan. Oleh karena itu dibentuklah lembaga kehakiman yang dikepalai oleh seorang ketua hakim (Qadhil Qudhah). Seorang hakim memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik, sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh politik tertentu.

4. Keunggulan Dalam Bidang Seni Budaya
A. Seni Bahasa
Kemajuan seni bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan lughat (bahasa). Sedangkan kemajuan lughat mengikuti perkembangan kemajuan bangsa. Pada masa itu, kaum muslimin sudah mencapai kemajuan dalam berbagai bidang, sehingga kosa kata bahasa menjadi bertambah dengan kata-kata dan istilah baru, yang tidak terdapat pada zaman sebelumnya.
Kota Basrah dan Kufah pada zaman itu merupakan pusat perkembangn ilmu dan sastra (adab). Di kota itu orang-orang muslim bertukar pikiran dalam diskusi-diskusi ilmiah. Banyak juga kaum muslimin yang aktif menyusun dan menuangkan karya mereka dalam berbagai bidang ilmu. Dengan demikian maka berkembanglah ilmu tata bahasa (nahwu dan sharaf), dan ilmu balaghah yang melahirkan banyak penyair terkenal.
2. Seni Rupa
Seni rupa yang berkembang pada masa itu hanyalah seni ukir dan pahat. Seni ukir yang berkembang pesat ialah penggunaan khat Arab sebagai motif ukiran. Banyak ayat Al-Qur’an, hadis dan rangkuman syair yang dipahat dan diukir pada tembok dinding bangunan masjid, istana dan gedung-gedung.
3. Seni Suara
Perkembangan seni suara pada zaman itu yang terpenting ialah Qiraatul Qur’an, qasidah, musik dan lagu-lagu lainnya yang berirama cinta kasih.
4. Seni Bangunan
Seni bangunan atau arsitektur pada masa itu masih berpusat pada seni bangunan sipil. Adapun seni bangunan agama, antara lain masjid Damaskus dan masjid Kairuwan.
5. Keunggulan Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan
Untuk mendorong perkembangn ilmu pengetahuan pada masa itu dilakukan dengan jalan memberikan motivasi atau dorongan yang dilakukan oleh para khalifah. Para khalifah memberikan hadiah yang cukup besar bagi para ulama, ilmuwan serta para seniaman yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Untuk kepentingan pengetahuan, disediakan anggaran oleh Negara, sehingga ilmu pengetahuan berkembang pesat.
Pusat penyebaran ilmu pengetahuan terdapat di masjid-masjid. Di masjid tersebut terdapat banyak kelompok belajar dengan masing-masing gurunya yang mengajar ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu pengetahuan agama yang berkembang antara lain ialah ilmu qiraat, tafsir, hadis, fiqih, nahwu, balaghah dan lain-lain.
D. KESIMPULAN
Daulah muawiyah mempunyai peranan penting dalam perkembangan masyarakat di bidang politik, namun tidak berarti politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan bin Ali yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat Islam. Pengangkatan anaknya, Yazid menyebabkan munculnya gerakan oposisi di kalangan rakyat.
Meskipun sering terjadi pergolakan dalam bidang politik, namun kemajuan-kemajuan banyak dicapai pada masa daulah ini. Seperti kemajuan di bidang militer guna perluasan wilayah kekuasaan Islam, kemajuan dalam bidang sosial untuk kesejahteraan rakyat, kemajuan dalam bidang ekonomi, seni budaya dan juga ilmu pengetahuan.
E. DAFTAR PUSTAKA

Murodi, dkk. 2003. Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah 2. Semarang: Toha Putra.

http://www.google.com

BAB I. PENDAHULUAN

 

  1.  Latar Belakang

Sebagai umat muslim, tentu kita sudah sangat hafal apa itu rukun Islam. Ada syahadat, sholat, puasa di bulan ramadhan, zakat dan haji bagi yang mampu.Kelima rukun Islam tersebut ternyata memiliki kaitan yang sangat erat denganakhlak, bahkan rukun Islam adalah pedoman bagaimana seorang muslim seharusnya berakhlak.

Tujuan akhir dan utama dari diutusnya Rasulullah SAW kepada kita, sebagaimana beliau katakan sendiri adalah untuk meluruskan dan menyempurnakan akhlak. Rasulullah bersabda:

 

 

“ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR.Malik)

Begitu pentingnya akhlak dalam islam sehingga akhlak menjadi landasan hidup dan pijakan dalam berbicara, bersikap dan berprilaku. Rukun Islam yang lima sangat erat kaitannya dengan akhlak. Setiap rukun harus berdampak positif pada perubahan perilaku dan gaya hidup seorang muslim.

 

  1. Rumusan Masalah

Bagaimanakah hubungan akhlak dengan rukun islam?

 

  1. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memberi pemahaman tentang prinsip-prinsip akhlak dalam rukun islam.


BAB II. PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Akhlak

Perkataan akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Arab اخلا ق  bentuk jamak dari kata خلقyang secara etimologis berarti budi pekerti, watak, perangai, tingkah laku atau tabi’at.

Menurut Imam Ghozali, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dapat menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sedangkan menurut Abdul Karim Zaidan, akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, dengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatan baik dan buruk, untuk kemudian memilih melakukan ataupun meninggalkannya. Menurut Ahmad Amin, akhlak adalah membiasakan kehendak. Ini berarti bahwa kehendak itu apabila dibiasakan terhadap sesuatu akan dapat membentuk akhlak.

Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak ialah perilaku jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan tanpa melalui pertimbangan (sebelumnya).

Islam mempunyai dua sumber pokokyaitu Al-Quran dan As-Sunnah yang menjadi pegangan dalam menentukan segala urusan dunia dan akhirat. Kedua sumber inilah juga yang menjadi sumber akhlak Islamiyyah. Prinsip-prinsip dan kaedah ilmu akhlak Islam semuanya didasarkan kepada wahyu yang bersifat mutlak dan tepat neraca timbangannya.

Apabila melihat pembahasan bidang akhlak Islamiyyah sebagai satu ilmu berdasarkan kepada dua sumber yang mutlak ini, dapatlah dirumuskan definisinya sebagai satu ilmu yang membahaskan tatanilai, hukum-hukum dan prinsip-prinsip tertentu untuk mengenalpasti sifat-sifat keutamaan agar dihayati dan diamalkan serta mengenalpasti sifat-sifat tercela untuk dijauhi guna mencapai keridhaan Allah.

Akhlak juga dapat dirumuskan sebagai satu sifat atau sikap kepribadian yang melahirkan tingkah laku perbuatan manusia dalam usaha membentuk kehidupan yang sempurna berdasarkan  prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Allah. Dengan kata lain, akhlak ialah suatu sistem yang menilai perbuatan dzahir dan batin manusia baik secara individu, kumpulan dan masyarakat dalam interaksi hidup antara manusia dengan Allah, manusia sesama manusia, manusia dengan hewan, malaikat, jin dan juga dengan alam sekitar.

 

  1. Prinsip Akhlak dalam Syahadat

Syahadat terbagi menjadi dua yaitu syahadat Allah (tauhid) dan syahadat rasul.Syahadat tauhid yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah SWT, menta’ati hal tersebut dan mengamalkannya. Sedangkan syahadat rosul yaitu mengakui secara lahir batin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya, seperti menta’ati perintahnya, membenarkan ucapannya dan menjauhi larangannya. 

Mengucapkan syahadat bukan hanya sekedar formalitas untuk menjadi muslim, akan tetapi lebihdalam lagi adalah sebagai bukti keyakinan yang kuat dan kejujuran yang sempurna serta keikhlasan yang dalam untuk menerima islam sebagai sistem hidup.Bila seorang muslim jujur dalam menerima syahadat ini, tidak akan terjadi penolakan-penolakan terhadap hukum-hukum yang Allah sudah tetapkan.

Dalam bersyahadat kita juga diharuskan memenuhi syarat-syaratnya. Syarat-syarat syahadat tauhid diantaranya:

1.      ‘Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan). Artinya memahami makna dan maksudnya. Mengetahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan, yang menafikan ketidaktahuannya dengan hal tersebut.Maksudnya orang yang bersaksi dengan laa ilaaha illallah, dan memahami dengan hatinya apa yang diikrarkan oleh lisannya. Seandainya ia mengucapkannya, tetapi tidak mengerti apa maknanya, maka persaksian itu tidak sah dan tidak berguna. 

2.      Yaqin (yakin), yang menafikan syak (keraguan). Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan syahadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu.Kalau ia ragu maka ia menjadi munafik, dan siapa yang hatinya tidak meyakininya, ia tidak berhak masuk Surga.

3.      Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan). Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat, menyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selainNya. Siapa yang mengucapkan, tetapi tidak menerima dan mentaati, maka ia termasuk orang-orang yang menyombongkan diri. Allah berfirman:

 

 

 

 

“Artinya : Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: ‘Laa ilaaha illallah’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” [Ash-Shaffat: 35-36]

4.      Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan). Maksudnya, tunduk dan patuh dengan kandungan makna syahadat.

5.      Ikhlash, yang menafikan syirik. 

6.      Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta). Yaitu mengucapkan kalimat ini dan hatinya juga membenarkannya. Manakala lisannya mengucapkan, tetapi hatinya mendustakan maka ia adalah munafik dan pendusta. 

7.      Mahabbah (kecintaan), yang menafikan baghdha’ (kebencian). Maksudnya mencintai kalimat ini serta isinya, juga mencintaiorang-orang yang mengamalkan konsekuensinya. Maka ahli tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan ahli syirik mencintai Allah dan mencintai yang lainnya. Hal ini sangat bertentangan dengan isi kandungan laa ilaaha illallah. 

Sedangkan syarat-syarat syahadat rosul yaitu sebagai berikut:

1.      Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati. 

2.      Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan. 

3.      Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telahdibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya.

4.      Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang ghaib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang. 

5.      Mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, harta, anak, orangtua serta seluruh umat manusia. 

6.      Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya.

Inilah bukti bahwa kemurnian syahadat bagi seorang muslim akan terealisasi dari akhlaknya dan baginya pahala surga yg telah dijanjikan.

 

  1. Prinsip Akhlak dalam Sholat

Shalat sebagai salah satu bagian penting ibadah dalam Islam sebagaimana bangunan ibadah yang lain juga memiliki banyak keistimewaan. Ia tidak hanya memiliki hikmah spesifik dalam setiap gerakan dan rukunnya, namun secara umum shalat juga memiliki pengaruh drastis terhadap perkembangan kepribadian seorang muslim. Tentu saja hal itu tidak serta merta dan langsung kita dapatkan dengan instan dalam pelaksanaan shalat. Manfaatnya tanpa terasa dan secara gradual akan masuk dalam diri muslim yang taat melaksanakannya.

Shalat merupakan media komunikasi antara sang Khlalik dan seorang hamba. Media komunikasi ini sekaligus sebagai media untuk senantiasa mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat. Selain itu, shalat bisa menjadi media untuk mengungkapkan apapun yang dirasakan seorang hamba. Dalam psikologi dikenal istilah katarsis, secara sederhana berarti mencurahkan segala apa yang terpendam dalam diri, positif maupun negatif. Maka, shalat bisa menjadi media katarsis yang akan membuat seseorang menjadi tentram hatinya.

Ibadah Shalat yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam adalah bangunan megah indah yang memiliki sejuta ruang yang menampung semua inspirasi dan aspirasi serta ekspresi positif seseorang untuk berperilaku baik, karena perbuatan dan perkataan yang terkandung dalam shalat banyak mengandung hikmah, yang diantaranya menuntut kepada mushalli untuk meninggalkan perbuatan keji dan mungkar. 

 

 

 

 


Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-ankabut: 45)

Rasulullah SAW bersabda:

 

 

 

 

 

 

 

“Kami hanyalah menerima shalat dari orang yang menjalankannya dengan tawadhu’ semata-mata untuk mengagungkanKu, tidak memperlama atas hambaKu, tidak selalu melakukan maksiat kepadaKu di malam hari, memotong siang hari dalam mendzikiri Aku, mengasihi orang miskin, ibnu sabil dan janda-janda dan menyayangi orang yang kena musibah.” (HR.Bukhari)

Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Pengaruh shalat memang tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menggeneralisasi dan menghukumi kepribadian semua orang. Tetapi, paling tidak dalam ayat ini Allah menjelaskan sikap seorang manusia dari sudut pandang karakter dan watak/ tabiat yang dibawanya. Shalat itu membersihkan jiwa, menyucikannya, mengkondisikan seorang hamba untuk munajat kepada Allah Swt di dunia dan taqarrub dengan-Nya di akhirat.

Sayangnya shalat sering dipandang hanya dalam bentuk formal ritual, mulai dari takbir, ruku’, sujud, dan salam. Sebuah kombinasi gerakan fisik yang terkait dengan tatanan fikih, tanpa ada temuan yang mendalam atau keinginan untuk memahami hakikat yang terkandung di dalam simbol-simbol shalat. Berikut ini adalah nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam proses menjalankan ibadah shalat.

1.      latihan kedisiplinan. Waktu pelaksanaan shalat sudah ditentukan sehingga kita tidak boleh seenaknya mengganti, memajukan ataupun mengundurkan waktu pelaksanaannya, yang akan mengakibatkan batalnya shalat kita. Hal ini melatih kita untuk berdisiplin dan sekaligus menghargai waktu. Dengan senantiasa menjaga keteraturan ibadah dengan sunguh-sungguh, manusia akan terlatih untuk berdisiplin terhadap waktu. Dari segi banyaknya aturan dalam shalat seperti syarat sahnya, tata cara pelaksanaannya maupun hal-hal yang dilarang ketika shalat, batasan-batasan ini juga melatih kedisiplinan manusia untuk taat pada peraturan, tidak seenaknya ataupun menuruti keinginan pribadi semata.

2.      latihan kebersihan. Sebelum shalat, seseorang disyaratkan untuk mensyucikan dirinya terlebih dahulu, yaitu dengan berwudlu atau bertayammum. Hal ini mengandung pengertian bahwa shalat hanya boleh dikerjakan oleh orang yang suci dari segala bentuk najis dan kotoran sehingga kita diharapkan selalu berlaku bersih dan suci. Di sini, kebersihan yang dituntut bukanlah secara fisik semata, akan tetapi meliputi aspek nonfisik sehingga diharapkan orang yang terbiasa melakukan shalat akan bersih secara lahir maupun batin.

3.      latihan konsentrasi. Shalat melibatkan aktivitas lisan, badan, dan pikiran secara bersamaan dalam rangka menghadap ilahi. Ketika lisan mengucapkan Allahu Akbar, secara serentak tangan diangkat ke atas sebagai lambang memuliakan dan membesarkan, dan bersamaan dengan itu pula di dalam pikiran diniatkan akan shalat. Pada saat itu, semua hubungan diputuskan dengan dunia luar sendiri. Semua hal dipandang tidak ada kecuali hanya dirinya dan Allah, yang sedang disembah. Pemusatan seperti ini, yang dikerjakan secara rutin sehari lima sekali, melatih kemampuan konsentrasi pada manusia. Konsentrasi, dalam bahasa Arab disebut dengan khusyu’, dituntut untuk dapat dilakukan oleh pelaku shalat. Kekhusyukan ini sering disamakan dengan proses meditasi. Meditasi yang sering dilakukan oleh manusia dipercaya dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan mengurangi kecemasan.

4.      latihan sugesti kebaikan. Bacaan-bacaan di dalam shalat adalah kata-kata baik yang banyak mengandung pujian sekaligus doa kepada Allah. Memuji Allah artinya mengakui kelemahan kita sebagai manusia, sehingga melatih kita untuk senantiasa menjadi orang yang rendah hati, dan tidak sombong. Berdoa, selain bermakna nilai kerendahan hati, sekaligus juga dapat menumbuhkan sikap optimis dalam kehidupan. Ditinjau dari teori hypnosis yang menjadi landasan dari salah satu teknik terapi kejiwaan, pengucapan kata-kata (bacaan shalat) merupakan suatu proses auto sugesti, yang membuat si pelaku selalu berusaha mewujudkan apa yang telah diucapkannya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

5.      latihan kebersamaan. Dalam mengerjakan shalat sangat disarankan untuk melakukannya secara berjamaah (bersama orang lain). Dari sisi pahala, berdasarkan hadits nabi SAW jauh lebih besar bila dibandingkan dengan shalat sendiri-sendiri. Dari sisi psikologis, shalat berjamaah bisa memberikan aspek terapi yang sangat hebat manfaatnya, baik bersifat preventif maupun kuratif. Dengan shalat berjamaah, seseorang dapat menghindarkan diri dari gangguan kejiwaan seperti gejala keterasingan diri. Dengan shalat berjamaah, seseorang merasa adanya kebersamaan dalam hal nasib, kedudukan, rasa derita dan senang. Tidak ada lagi perbedaan antar individu berdasarkan pangkat, kedudukan, jabatan, dan lain-lain di dalam pelaksanaan shalat berjamaah.

Bacaan sholat yang berkaitan dengan akhlak, diantaranya:

1.         bacaan takbirotul ihrom terdapat ajaran pendidikan yang mengandung moralitas kepada sang kholik maupun sesama ciptaan-Nya, yakni dalam bacaan tersebut memaknai kepada manusia ketika mendapat pujian dari oranglain janganlah terlalu membanggakan diri karena pujian itu hanya milik Alloh, hal yang sama dalam bacan ini mengandung edukasi dan doktrin pada manusia agar selalu berendah hati, jangan takabbur dan sebagainya, manusia tak pantas untuk sombong karena manusia tak punya apa-apa. Tak perlu mengagungkan segala yang kita punya karena itu semua hanya milik Alloh. Hanya Alloh yang maha segalanya penguasa alam semesta dan pencipta alam semesta beserta isinya.

2.        Dalam do’a yang di baca ketika duduk diantara dua sujud dapat kita ambil adalah bagaimana etika seorang seorang hamba di hadapan penciptanya. Dan juga disini mengajarkan pada kita bahwa kita memohon perlindungan dan meminta hanya kepada Alloh SWT.

3.        Yang terkandung dalam bacaan tasyahud adalah “ma asoobaka min hasanatin faminalloh wamaa asoobaka min sayyiatin faminnafsik” yakni segala perbuatan baik itu adalah dari Alloh dan perbuatan buruk itu adalah perbuatan diri kita sendiri, ketika kita melakukan perbuatan baik kita jangan diungkapkan kepada orang lain dan jangan terlalu membanggakan diri, karena belum tentu perbuatan itu diterima, sebab semua itu hanya pemberian dari Alloh, dan lebih spesipikasinya bahwa bacan tersebut mengandung edukasi agar kita menjadi orang yang selalu berbuat baik karena itu tandanya kita dekat dengan Alloh SWT.

 

  1. Prinsip Akhlak dalam Puasa

Ibadah puasa ini tidak dipandang hanya sebatas larangan makan dan minum dalam rentang waktu tertentu, tapi merupakan tahapan larangan bagi jiwa manusia mengendalikan syahwatnya yang cenderung negatif. Rasulullah SAW bersabda:

 

 

 

 

“Bukanlah puasa itu hanya sekedar tidak makan dan minum. Akan tetapi puasa itu adalah meninggalkan ucapan yang sia-sia dan kata-kata yang jorok. Jika seseorang mencacimu atau berbuat jahil kepadamu katakan saja,”Aku sedang puasa”. (HR. Ibnu Khuzaimah)

 

  1. Prinsip Akhlak dalam Zakat

Mengeluarkan zakat dapat menghilangkan penyakit pelit dan mengembangkan semangat solidaritas. Zakat merupakan bentuk penanaman perasaan kasih dan saying. Fungsi zakat adalah penguat hubungan antar orang-orang yang saling mengenal, serta penyatuan lintas strata masyarakat.

Tujuan zakat tercantum dalam Al-Qur’an Al Kariim :

 

 

 

 

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu mereka membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar dalgi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah: 103)

 

  1. Prinsip Akhlak dalam Haji

Ini adalah klimaks dari pelaksanaan rukun islam lainnya. Bagaimana totalitas kita berserah diri utk ibadah kepada Allah SWT. Haji adalah jihad harta – jihad fisik.Sebagian orang mengira bepergian ke tanah suci ibarat wisata dan jauh dari pesan moral dan nilai luhur dari berbagai ritual ghaib didalamnya. Ini adalah salah besar.Allah SWT berfirman :

 

 

 

 

 

 

“Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan didalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah:197)

 

 


 

BAB III. PENUTUP

Dari pemaparan di atas dapat kita lihat bahwa ada banyak sekali prinsip-prinsip akhlak dalam rukun islam. Rukun Islam sangat erat kaitannya dengan akhlak. Dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji tidak dapat dipisah-pisahkan dari prinsip nilai akhlak. Setiap rukun itu harus berdampak positif pada perubahan perilaku dan gaya hidup seorang muslim. Rukun Islam merupakan jalan yang harus ditempuh untuk mencapai akhlak yang mulia.

 


DAFTAR PUSTAKA

http://www.islamgrid.gov.my/articles/akhlak/akhlak.php

 

Fikih Islam. Edisi Baru. H.Sulaian Rosjid. Cet 5. 1992. Penerbit Simar Baru Bandung.


Buku Pedoman Sholat; oleh Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash Shidieky. 1951. Jakarta: Penerbit Bulan bintang.

 
Wayoflive_chm_home.htm. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat.
Al-Qur’an dan Terjemahnya. Depag.

 

(Internet) Kontribusi Republika Online 2007