MAKALAH SKI KEMAJUAN ILMU POLITIK DAN PEMERINTAHAN PADA MASA DAULAH MUAWIYAH

Posted: April 27, 2012 in Uncategorized

A. PENDAHULUAN

1. Judul ini kami ambil karena mengingat ada banyak kemajuan-kemajuan yang dicapai pada masa Daulah Muawiyah yang perlu kita ketahui.
2. Tujuan kami buat makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui kemajuan-kemajuan yang dicapai pada masa Daulah Muawiyah.
3. Sistematika pembahasan dalam makalah ini kami bentuk menjadi sub-sub bab sehingga memberi kemudahan bagi kita semua.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakah kemajuan ilmu politik dan pemerintahan pada masa Daulah Muawiyah?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kemajuan ilmu politik dan pemerintahan pada masa Daulah Muawiyah.
D. PEMBAHASAN
1. Kekuatan Politik Daulah Muawiyah
Pertentangan politik antara Ali dengan Muawiyah mengakibatkan lahirnya golongan yang pro dan kontra terhadap masing-masing pihak. Ada golongan yang pro dengan Ali dan ada juga golongan yang pro dengan Muawiyah yang masing-masing mempunyai kekuatan dan banyak pengikut. Pergolakan politik yang seru itu tidak padam dengan wafatnya Ali, bahkan malah bertambah dahsyat. Kelompok Khawarij dan Syiah sangat menentang Muawiyah, sementara kelompok Jam’iyah membela Muawiyah dengan alasan bahwa Muawiyah adalah penguasa, sedang yang lainnya termasuk pembangkang yang harus ditundukkan. Demikianlah pertentangan terus ada selama masa pemerintahan Daulah Muawiyah.
Pada waktu Muawiyah diangkat menjadi khalifah, kaum muslimin terpisah menjadi tiga golongan besar, yaitu:
1. Pengikut Muawiyah, yang terdiri dari peduduk Syam dan daerah-daerah Islam lainnya, terutama Mesir. Mereka berpendapat bahwa khalifah haruslah dari kaum Quraisy, dan Muawiyah lebih berhak untuk itu.
2. Syiah (pengikut Ali bin Abi Thalib), terdiri dari penduduk Irak dan sejumlah kecil penduduk Mesir. Mereka berpendapat bahwa khalifah haruslah dari kaum Quraisy, dan Ali bin Abi Thalib serta anak-anaknya setelah beliau wafat yang lebih berhak untuk jabatan khalifah.
3. Khawarij, yaitu kelompok yang menentang Ali dan Muawiyah secara terang-terangan. Kelompok ini beranggapan bahwa Ali dan Muawiyah telah keluar dari jalur agama Islam setelah terjadi peristiwa tahkim. Dalam berpolitik, kaum Khawarij menganut politik demokrasi Islam, di mana mereka berpendapat bahwa khalifah adalah hak tiap-tiap orang Islam, asal memenuhi syarat kecakapan dan keagamaan. Jadi siapa saja berhak untuk menjadi khalifah, asal saja dia mampu dan memenuhi syarat yang diinginkan umat Islam.
Dalam menghadapi pergolakan politik yang timbul dilakukan dengan jalan kekuatan, artinya segalanya diatasi dengan kekuatan militer. Sehingga lawan politik yang terus berusaha untuk mengacaukan kekuatan politik Daulah Muawiyah selalu digagalkan dengan kekuatan politik militer dan politik diplomasi. Dalam sistem politik pemerintahan pada masa Daulah Muawiyah banyak terjadi perubahan besar dalam roda pemerintahan. Pada masa ini telah dibentuk departemen-departemen yang merupakan perubahan dari sistem pemerintahan khulafaurrasyidin. Organisasi politik itu terdiri atas:
1. Organisasi Politik (Al-Nidzam al-Siyasi)
2. Organisasi Keuangan (Al-Nidzam al-Maly)
3. Organisasi Tata Usaha Negara (Al-Nidzam al-Idary)
4. Organisasi Kehakiman (Al-Nidzam al-Qadhaai)
5. Organisasi Ketentaraan (Al-Nidzam al-Harby)
Dengan terbentuknya organisasi tersebut, maka kehidupan politik, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan dan unsur-unsur kebudayaan lainnya menjadi lebih teratur.
Di samping itu telah dibentuk Dewan Sekretaris Negara (Diwanul Kitabah) untuk mengurus berbagi persoalan pemerintahan. Karena pada masa itu urusan pemerintahan telah lebih banyak, maka ditetapkan lima orang sekretaris, yaitu:
1. Sekretaris Persuratan (Katib al-Rasail)
2. Sekretaris Keuangan (Katib al-Kharraj)
3. Sekretaris Tentara (Katib al-Jund)
4. Sekretaris Kepolisian (Katib al-Syurthah)
5. Sekretaris Kehakiman (Katib al-Qadhi)
Di samping itu telah dibentuk pula ajudan (Al-Hijabah). Jabatan ini dibentuk untuk keselamatan khalifah. Mereka khawatir akan terulang kembali terjadinya pembunuhan pada diri khalifah Daulah Muawiyah. Semua yang akan menghadap atau bertamu dengan khalifah diwajibkan menghadap terlebih dahulu kepada ajudan.
2. Kekuatan Militer Daulah Muawiyah
Muawiyah adalah seorang peneliti sifat manusia yang tekun dan memperoleh wawasn yang tajam tentang pikiran manusia. Dia berhasil memanfaatkan para pemimpin, administrator dan poltikus yang paling ahli pada waktu itu. Ia adalah seorang orator yang mahir, seingga dapat mempengaruhi masyarakat yang mendengarkan pidatonya.
Setelah mengukuhkan kedudukannya di dalam negeri, Muawiyah menganut kebijaksanaan luar negeri yang sangat kuat. Perluasan kekuasaan muslim yang besar terjadi di bawah pimpinannya. Dia adalah organisator yang sangat hebat dalam kemenangan umat Islam untuk memeperluas kekuasaan.
Dengan kekuatan militer yang dimiliki umat Islam di bawah pimpinan Daulah Muawiyah pengaruh Islam telah sampai ke Eropa. Keberhasilan dalam perluasan ini membawa perubahan besar dalam perjalanan umat Islam di Eropa. Sehingga Eropa menemukan kejayaannya pada zaman pertengahan. Ini semua karena pengaruh Islam yang sangat kuat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Eropa Kristen masa itu.
3. Keunggulan Dalam Bidang Sosial
Meskipun seringkali terjadi pergolakan dan pergumulan politik, namun terdapat juga usaha positif yang dilakukan daulah ini untuk kesejahteraan rakyatnya. Diantaranya dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang baik dengan membentuk beberapa departemen dan organisasi keuangan. Di samping itu, daulah ini memberikan hak dan perlindungan kepada warga Negara yang berada di bawah pengawasan dan kekuasaannya. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapat perlindungan hukum dari kesewenangan. Oleh karena itu dibentuklah lembaga kehakiman yang dikepalai oleh seorang ketua hakim (Qadhil Qudhah). Seorang hakim memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik, sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh politik tertentu.

4. Keunggulan Dalam Bidang Seni Budaya
A. Seni Bahasa
Kemajuan seni bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan lughat (bahasa). Sedangkan kemajuan lughat mengikuti perkembangan kemajuan bangsa. Pada masa itu, kaum muslimin sudah mencapai kemajuan dalam berbagai bidang, sehingga kosa kata bahasa menjadi bertambah dengan kata-kata dan istilah baru, yang tidak terdapat pada zaman sebelumnya.
Kota Basrah dan Kufah pada zaman itu merupakan pusat perkembangn ilmu dan sastra (adab). Di kota itu orang-orang muslim bertukar pikiran dalam diskusi-diskusi ilmiah. Banyak juga kaum muslimin yang aktif menyusun dan menuangkan karya mereka dalam berbagai bidang ilmu. Dengan demikian maka berkembanglah ilmu tata bahasa (nahwu dan sharaf), dan ilmu balaghah yang melahirkan banyak penyair terkenal.
2. Seni Rupa
Seni rupa yang berkembang pada masa itu hanyalah seni ukir dan pahat. Seni ukir yang berkembang pesat ialah penggunaan khat Arab sebagai motif ukiran. Banyak ayat Al-Qur’an, hadis dan rangkuman syair yang dipahat dan diukir pada tembok dinding bangunan masjid, istana dan gedung-gedung.
3. Seni Suara
Perkembangan seni suara pada zaman itu yang terpenting ialah Qiraatul Qur’an, qasidah, musik dan lagu-lagu lainnya yang berirama cinta kasih.
4. Seni Bangunan
Seni bangunan atau arsitektur pada masa itu masih berpusat pada seni bangunan sipil. Adapun seni bangunan agama, antara lain masjid Damaskus dan masjid Kairuwan.
5. Keunggulan Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan
Untuk mendorong perkembangn ilmu pengetahuan pada masa itu dilakukan dengan jalan memberikan motivasi atau dorongan yang dilakukan oleh para khalifah. Para khalifah memberikan hadiah yang cukup besar bagi para ulama, ilmuwan serta para seniaman yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Untuk kepentingan pengetahuan, disediakan anggaran oleh Negara, sehingga ilmu pengetahuan berkembang pesat.
Pusat penyebaran ilmu pengetahuan terdapat di masjid-masjid. Di masjid tersebut terdapat banyak kelompok belajar dengan masing-masing gurunya yang mengajar ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu pengetahuan agama yang berkembang antara lain ialah ilmu qiraat, tafsir, hadis, fiqih, nahwu, balaghah dan lain-lain.
D. KESIMPULAN
Daulah muawiyah mempunyai peranan penting dalam perkembangan masyarakat di bidang politik, namun tidak berarti politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan bin Ali yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat Islam. Pengangkatan anaknya, Yazid menyebabkan munculnya gerakan oposisi di kalangan rakyat.
Meskipun sering terjadi pergolakan dalam bidang politik, namun kemajuan-kemajuan banyak dicapai pada masa daulah ini. Seperti kemajuan di bidang militer guna perluasan wilayah kekuasaan Islam, kemajuan dalam bidang sosial untuk kesejahteraan rakyat, kemajuan dalam bidang ekonomi, seni budaya dan juga ilmu pengetahuan.
E. DAFTAR PUSTAKA

Murodi, dkk. 2003. Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah 2. Semarang: Toha Putra.

http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s